BAB 9 Perencanaan dan kendali manajemen

BAB 9 Perencanaan dan kendali manajemen

 

Pendahuluan

Perecanaan merupakan hal yang sangat penting harus dilakukan sebelum memulai sesuatu kegiatan,usaha,proyek dan lain-lain. Perencaan membuat arahan jelas tentang target yang akan dicapai dan perencaan juga diperlukan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi baik dari intern maupun ekstern.

Perencanaan saja tidak cukup harus dilakukan pengendalian
(control) dari perencanaan yang telah disepakati pihak manajemen tanpa adanya pengedalian maka target yang ditetapkan dalam perencanaan akan sulit dicapai, pengendalian membuat semua pihak bergerak pada arah yang sama untuk mencapai target atau tujuan yang telah ditetapkan pada proses perencanaan.

 

Empat dimensi utama model usaha

1.       Identifikasi faktor utama kemajuan perusahaan

2.       Merumuskan tehnik peramalan dan analisis kemampuan perusahaan

3.       Mengembangkan sumber-sumber data untuk pilihan strategis

4.       Mentranslasi pilihan menjadi tindakan yang spesifik.

 

Konsep biaya standar dan Kaizen

Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya kaizen menekankan untuk melakukan apa ynag diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.

Konsep Biaya Standar

Konsep Biaya Kaizen

  •  Penegndalian biaya
  •  Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada
  •  Tujuan : kesesuaian dengan standar kinerja
  • Standar ditentukan tiap tahun
  • Analisis variabs didasarkan pada aktual vs standar
  • Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi
  • Pengurangan biaya
  • Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
  • Tujuan : mencapai target pengurangan biaya
  • Target pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
  • Analisi varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
  • Melakukan investigasi jika target biaya tida tercapai

 

MENGUKUR PERKIRAAN KEMBALIAN INVESTASI LUAR NEGERI

Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun, tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan.

Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal:

  1. pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal
  2. biaya izin, royalt, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan
  3. perbedaan laju inflasi nasional
  4. perubahan kurs valuta asing
  5. perbedaan pajak

Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika siatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing local, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di perusahaan local. Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak local juga sama-sama diramalkan.

 

PERHITUNGAN BIAYA MODAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya, dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut.

Tidaklah mudah untuk mengukur biaya modal sebuah perusahaan multinasional. Biaya modal ekuitas dapat dihitung dengan beberapa cara. Satu metode yang populer menggabungkan ekspektasi pengembalian dividen dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan dividen. Dengan mengasumsikan Di = ekspektasi dividen per lembar saham pada akhir periode. Po = harga pasar kini saham pada awal periode dan g = ekspektasi tingkat pertumbuhan dalam dividen, biaya ekuitas, Ke dihitung sebagai berikut Ke = Di/Po + g.

Meskipun modal untuk mengukur harga kini saham, di kebanyakan negara di mana saham-saham perusahaan multinasional tercatat, seringkali cukup sukar untuk mengukur Di dan g. Pertama-tama karena Di merupakan ekspektasi. Ekspektasi dividen tergantung pada arus kas operasi perusahaan secara keseluruhan. Pengukur arus kas ini diperumit oleh pertimbangan faktor-faktor lingkungan. Terlebih lagi pengukuran tingkat pertumbuhan dividen suatu fungsi ekspektasi arus kas masa depan diperumit oleh kontrol valuta asing dan restriksi pemerntah lainnya dalam transfer dana lintas batas.

MASALAH DAN KERUMITAN DALAM MERANCANG SISTEM PENGENDALIAN KEUANGAN DAN INFORMASI PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Isu yang Berkaitan dengan Sistem Jarak merupakan kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografis, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antar manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat.

Tiga strategi teknologi informasi global, yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu. Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan system dengan strategi perusahaan :

  1. penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi. Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan
  2. penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah. Anak perusahaan lokal diberi kendali yang signifikan atas pengembangan strategi teknologi infomasi dan system terkait mereka sendiri.
  3. Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi. Disini strategi teknologi informasi global lokal dijalankan oleh perusahaan global dengan aliansi strategi di seluruh dunia. System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal

Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu.

Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.

 

VARIANS NILAI TUKAR

Dalam menganalisa varians nilai tukar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan informasi finansial dan non finansial.

Informasi Finansial

Penilaian kinerja finansial diukur berdasarkan pada anggaran yang telah dibuat. Penilaian tersebut dilakukan dengan menganalisis varians (selisih atau perbedaan) antara aktuaql dengan yang dianggarkan. Analisis varians secara garis besar berfokus pada:

  1. Varians pendapatan (revenue variance)
  2. Varians pengeluaran (expenditure variance)
  • Varians belanja rutin (recurrent expenditure variance)
  • Varians belanja investasi/modal (capital expenditure variance)

Setelah dilakukan analisis varians, maka dilakukan identifikai sumber penyebab terjadinya varians dengan menelusur varians tersebut hingga level manajemen paling bawah.

Informasi Nonfinansial

Informasi nonfinansial dapat dijadikan sebagai tolok ukur lainnya. Informasi nonfinansial dapat menambah keyakinan terhadap kualitas proses pengendalian manajemen. Teknik pengukuran kinerja yang komprehensif yang banyak dikembangkan oleh berbagai organisasi dewasa ini adalah balance scorecard. Dengan balance scorecard kinerja organisasi diukur tidak hanya berdasarkan aspek financial saja, akan tetapi juga aspek nonfinansial. Pengukuran dengan metode balance scorecard melibatkan empat aspek, yaitu:

  1. Perspektif financial (financial perspective)
  2. Perspektif kepuasan pelanggan (costumer perspective)
  3. Perspektif efisiensi proses internal (internal process efficiency)
  4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective)

Namun demikian terdapat tambahan kerumitan yang harus dipertimbangkan, antara lain :

  • Arus kas Proyek versus induk perusahaan
  • Arus kas induk perusahaan yang terkait dengan pendanaan
  • Pendanaan yang bersubsidi
  • Risiko politik

 

Sumber:

http://faidahnailufah.blogspot.com/2014/06/bab-9-perencanaan-dan-kendali-manajemen.html

http://muhammadandiazis.blogspot.com/2011/05/perencanaan-dan-kendali-manajemen.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: