KUASA FIRMAN TUHAN

Dampak kuasa firman Tuhan yang saya alami dalam hidup saya. Sebelum kenal dengan Tuhan sungguh-sungguh saya tidak pernah membaca alkitab dan merasa tidak tertarik untuk membaca alkitab saya lebih memilih membaca komik atau buku-buku yang lainnya karena dahulu saya menganggap firman Tuhan (alkitab) membosankan dan kelihatan seperti sejarah.

Tapi setelah saya ikut Tuhan sungguh-sungguh pemikiran saya tentang alkitab dirubah tadinya sesuatu yang saya anggap membosankan tapi menjadi kebutuhan dalam hidup saya. Dahulu saya seorang tempramen (cepat emosi),gampang tersinggung, sering melawan orangtua dan kakak saya sendiri.

Smp kelas 2 saya mulai ikut persekutuan dan semakin dalam kenal Tuhan dan akhirnya saya membuat komitmen untuk selalu membaca alkitab setiap hari, karena saya menyadari kalau Roh saya membutuhkan makanan juga yaitu firman Tuhan. Ketika saya mulai melakukan komitmen itu hidup saya dirubahkan tetapi tidak instan perlu proses tadinya saya seorang yang tempramen belajar untuk mengendalikan emosi walaupun susah dan terkadang berhasil tetapi terkadang gagal, namun lama kelamaan saya pun bisa mengendalikan emosi saya sendiri. Semakin saya membaca firman Tuhan maka setiap saya berbuat salah maka hati saya gelisah merasa bersalah dan enggak damai sejahtera, disaat saya belum mendalami firman Tuhan ketika saya berbuat salah pasti ada rasa bersalah juga tapi enggak sedalam ketika saya sudah mulai komitmen untuk mempelajari firman Tuhan.

Tahun 2009 saya ikut retreat “Finishing Generation” disana dibagikan banyak hal tapi ketika saya pulang retreat sesuatu menggelisahkan hati saya ada suara berbicara dalam hati saya dan menurut saya itu firman Tuhan untuk saya. Firman itu mengatakan saya harus berdamai dengan saudara saya yaitu abang saya sendiri dan lebih spesifik lagi saya harus menghormati abang saya dengan cara memanggilnya abang dari dahulu saya hanya memangil abang saya dengan nama saja tanpa ada kata abang,mas atau kakak, sebutan yang harus saya berikan bagi seorang abang. Firman itu terus berbicara sehingga membuat gelisah karena dalam hati saya masih ada rasa ego,sombong dan merasa lebih hebat dari abang saya sendiri sehingga ada perasaan enggak memanggil abang. Setelah berperang cukup lama dengan batin saya sendiri akhirnya saya memtuskan untuk berubah dan menghormati kakak saya. Akhirnya malamnya ketika abang saya pulang kerja saya menganggil dia abang dan dia mungkin merasa kaget juga ketika saya memanggil dia abang walaupun awalnya susah dan malu tapi dari saat itu hubungan saya dengan kakak saya diubahkan tadinya selalu bertengkar menjadi tidak lagi dan kami saling menghormati satu sama lain.

Disaat saya komitmen untuk belajar firman Tuhan maka hidup saya diubahkan perlahan-lahan melalui proses yang Tuhan izinkan dan saya semakin kenal siapa Tuhan saya. Saya berubah bukan karena saya tapi karena Firman Tuhan yang mengubahkan hidup saya. Firman Tuhan sangat berkuasa ketika firman itu direnungkan dan dilakukan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: