Sektor pertanian

PENDAHULUAN

Banyak orang yang mengartikan pertanian secara sempit, yaitu hanya menganggap bahwa pertanian adalah kegiatan membudidayakan tanaman (bercocok tanam) untuk konsumsi manusia. Pertanian dalam arti luas, mencakup bidang peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan produksi, hutan alam dan lingkungan hidup.Sempitnya pemahaman masyarakat tentang pertanian menghasilkan konotasi bahwa pertanian hanya merupakan kegiatan yang memproduksi bahan makanan saja. Padahal kegiatan pertanian memiliki multi-manfaat bagi kehidupan manusia. Minimnya pemahaman tentang manfaat pertanian bagi kehidupan manusia, pada gilirannya menyebabkan apresiasi masyarakat terhadap pertanian, tidak sebagaimana harusnya. Tulisan ini dimaksudkan untuk lebih memperluas wawasan tentang berbagai manfaat pertanian bagi kehidupan manusia. Diharapkan, setelah membaca tulisan ini, apresiasi pembaca terhadap bidang pertanian akan bertambah, sehingga pada gilirannya, pembaca dapat memberikan kontribusi positip terhadap pelestarian dan pengembangan pertanian, sebagai apa pun profesi dan latar belakang kehidupannya masing-masing.

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor – sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto.

Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh “petani tembakau” atau “petani ikan”. Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.

JENIS-JENIS PERTANIAN :

Hidroponik, Salah Satu dari Jenis-Jenis Pertanian

Kehadiran hidroponik menambah deretan jenis jenis pertanianmodern untuk menjawab berbagai permasalahan dalam sistem pertanian konvensional. Sistem budidaya hidroponik memungkinkan Anda bercocok tanam tanpa tanah. Media tanam menjadi lebih fleksibel, dan tidak lagi menjadi masalah yang krusial.

Media Lebih Variatif
Dibandingkan dengan jenis-jenispertanian lain, pertanian dengan sistem hidroponik memiliki keunggulan dari segi kebersihan. Media tanam yang digunakan non tanah, maka sistem hidropnik lebih steril dari debu dan tanah yang dapat mengotori tanaman dan lingkungannya.
Sehingga sistem hidroponik banyak diterapkan di ruangan (in door) sebagai tanaman dekoratif. Jangan heran jika menemukan tanamansayuran nangkring manis di meja makan atau ruang tamu. Karena sistem hidroponik telah menawarkan semua kemungkinan itu.
Sistem hidroponik melepas ketergantungan pada media tanah. Karena dalam sistem hidroponik menggunakan berbagai media non tanah seperti pasir, arang sekam, kerikil, gabus, zeolit atau bahkan tanpa media agregat (hanya air).
Media-media tersebut steril dari unsur hara, lalu bagaimana tanaman bisa hidup? Dalam sistem hidroponik, nutrien (unsur hara) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dipasok secara berkala dari luar. Metode pemasokan biasanya diberikan dengan cara mengalirkan larutan nutrien melalui pipa-pipa atau disiram secara manual.

Keunggulan Hidroponik
Jika jenis jenis pertanian lain harus menjaga jarak tanam sedemikian rupa, maka sistem hidroponik memungkinkan Anda meningkatkan kepadatan tanaman per satuan luas. Nutrisi dipasok secara simultan dan terukur sesuai kebutuhan tanaman dari luar.

Dengan demikian kekhawatiran dalam pertanian konvensional akan persaingan dalam memperebutkan hara pada pertanaman dengan kepadatan yang tinggi dapat diminimalisir.Karena nutrien dipasok secara terukur dan teratur, maka mutu (bentuk, ukuran, rasa dankebersihan) produk yang dihasilkan lebih terjamin.

Keunggulan lain dari sistem hidroponik dari jenis jenis pertanian lainnya adalah eksotik. Sehingga sistem hidroponik banyak digunakan sebagai dekorasi di ruang tamu. Tidak hanya tanaman yang berpotensi sebagai dekorasi, tapi media tanam, tempat media tanam dan instalasi lainnya pun berpeluang menjadi hiasan yang menarik.

Sistem hidroponik bisa diusahakan dengan peralatan sederhana untuk penghias pojok ruangan. Misalnya dengan menggunakan pipa paralon sebagai penyalur nutrien dan wadah dari corong bekas atau botol air mineral sebagai tempat media tanam. Penyaluran nutrien bisa diberikan dengan sistem tetes atau pun aliran.

Solusi Agropolitan
Sistem hidroponik tidak tergantung musim. Sehingga memungkinkan Anda mengatur waktu tanam dan jadwal panen sesuai dengan kebutuhan pasar atau permintaan konsumen.

Daerah perkotaan yang padat penduduk semakin mempersempit bahkan menggusur lahan pertanian. Sehingga bertani secara konvensional di wilayah perkotaan adalah sesuatu yang sangat sulit atau bahkan sangat mustahil dengan kondisi tersebut. Jangankan lahan yang terbentang lebar, bahkan halaman sempit pun sulit ditemui.

Sekarang sistem hidroponik menjawab kemustahilan tersebut. Sistem hidropnik memungkinkan kita bercocok tanam di mana saja dan denganmedia apa saja.

Ke depan sistem hidroponik merupakan solusi pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah perkotaan (solusi untuk mewujudkan agropolitan). Hidropnik merupakan jawaban atas permasalahan lahan, baik penyempitan lahan maupun permasalahan lahan-lahan marginal yang belum dikelola dengan baik.

 

Hasil pertanian di imdonesia

1. Agave (Sisal)

Agave merupakan tanaman hias yang mempunyai warna daun hijau muda bercampur dengan alur menyerupai pita dan bersisik mirip. Tanaman ini ditemukan pada abad 20.

Daerah – daerah penghasil agave adalah:

(1). Bukittinggi : Sumatera Barat

(2). Deli Serdang : Sumatera Utara

(3). Kediri : Jawa Timur

(4). Malang : Jawa Timur

(5). Minahasa : Sulawesi Utara

(6). Mojokerto : Jawa Timur

(7). Pontianak : Kalimantan Barat

Agave digunakan sebagai bahan pembuat tali. Pabrik tali agave terdapat di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

2. Avokad

Avokad (Persea Americana) merupakan buah yang memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Kandungan nutrisi dalam satu buah alpukat adalah 95 mg fosfor, 23 mg kalsium, 1,4 mg zat besi, 9 mg sodium, 1,3 mg potasium, 8,6 mg niacin, 660 I.U. vitamin A, 82 mg vitamin C. Daerah penghasil avokad terbanyak terdapat di daerah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.

3. Bawang

Bawang merah dan bawang putih merupakan salah satu tanaman sayuran yang menjadi menu pokok hampir pada semua jenis masakan dengan fungsi sebagai penyedap masakan dan khasiat bagi manusia. Daerah penghasil bawang banyak terdapat di daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

4. Beras

Beras  berasal dari tanaman padi.Padi adalah sumber bahan makanan pokok rakyat Indonesia, jadi tanaman ini mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan. Daerah – daerah penghasil beras hampir merata di seluruh wilayah Nusantara, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatera.

5. Buncis

Kacang Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney bean) atau kacang jogo adalah tanaman asli lembah Tahuacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.] Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas ke berbagai daerah. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton. Peningkatan produksi buncis mempunyai arti penting dalam menunjang peningkatan gizi masyarakat, sekaligus berdaya guna bagi usaha mempertahankan kesuburan dan produktivitas tanah. Kacang buncis merupakan salah satu sumber protein nabati yang murah dan mudah dikembangkan. Daerah penghasil buncis banyak terdapat di daerah Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, dan Lampung.

6. Cengkeh

Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands. Menanam pohon cengkeh saat seorang anak dilahirkan adalah tradisi penduduk asli Maluku. Secara psikologis ada pertalian antara pertumbuhan pohon cengkeh dan anak tersebut sehingga pohon cengkeh benar-benar dijaga dan dirawat oleh orang Maluku Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas. Daerah penghasil cengkeh banyak terdapat di daerah Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, NTT, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta.

7. Cokelat

Cokelat berasal dari Amazon atau Orinoco, Amerika Selatan kira – kira 4000 tahun yang lalu. Daerah penghasil cokelat terbanyak terdapat di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, NTT, Papua, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan DI.Yogyakarta. Daerah penghasil cokelat yang utama adalah Salatiga (Jawa Tengah).Cokelat banyak digunakan sebagai bahan minuman.

8. Durian

Durian (Bombaceae sp.) merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar.Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 Masehi. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Durian bermanfaat untuk mencegah erosi di lahan-lahan yang miring, batangnya sebagai bahan bangunan atau perkakas rumah tangga, bijinya memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya), kulit dipakai sebagai bahan abu gosok dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.Daerah penghasil durian banyak terdapat di daerah Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

9. Jagung

Banyak pendapat dan teori mengenai asal tanaman jagung, tetapi secara umum para ahli sependapat bahwa jagung berasal dari Amerika Tengah atau Amerika Selatan. Jagung secara historis terkait erat dengan suku Indian, yang telah menjadikan jagung sebagai bahan makanan sejak 10.000 tahun yang lalu). Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi. Daerah penghasil jagung hampir merata di seluruh wilayah Nusantara, seperti DI.Aceh, Bali, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, NTB, Papua, Riau, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.

10. Kacang Hijau

Sebagai makanan, tanaman yang diperkirakan berasal dari India ini menghasilkan berbagai masakan. Mulai dari aneka penganan kecil, bubur, sampai kolak. Kacang hijau dan kecambahnya memiliki manfaat memberikan nutrisi penting bagi tubuh, mengandung protein tinggi, kalsium, fosfor, vitamin B2 (riboflavin).Kacang hijau banyak terdapat di daerah Bali, Bengkulu,Lampung, dan Papua.

11. Kacang Mede

Kacang mede berasal dari biji jambu mete (Anacardium Occidentale L). Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara.] Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di antara sekian banyak negara produsen, Brasil, Kenya, dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di Lampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.

12. Kacang Tanah ( Arachis Hypogeae L.)

Kacang tanah yang ada di Indonesia semula berasal dari benua Amerika. Pemasukan ke Indonesia pertama- tama diperkirakan dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol, sewaktu melakukan pelayarannya dari Mexico ke Maluku setelah tabun 1597. Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir.Tanaman Kacang tanah bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak, sedang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain. Daerah penghasil kacang tanah meliputi daerah DI.Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, dan DI.Yogyakarta.

13. Kapas

Kapas adalah serat yang dihasilkan oleh tanaman kapas (Gossypium Hirsutum). Tanaman kapas ini mempunyai banyak species diperkirakan berjumlah 30-40 species yang tersebar di seluruh belahan dunia dari daerah yang beriklim tropis hingga subtropis, sedangkan yang paling banya digunakan untuk produksi pakaian adalah tanaman kapas jenis Gossypium Hirsutum yang tingkat penggunaanya mencapai 90 % dari produksi kapas di dunia tanaman ini juga termasuk tanaman perdu (semak) karena tanaman ini relatif kecil namun ada juga yang memiliki ketinggian hingga 3 meter lebih. Kapas dipintal menjadi benang kemudian benang di tenun menjadi kain rupanya ini sudah dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu di India, Mesir dan china ratusan tahun sebelum masehi tenyata kapas yang sudah diolah juga menjadi komoditas perdangangan yang sudah diperdagangkan bahkan sampai ke daerah mediterania. Daerah – daerah penghasil kapas, antara lain:

(1). Asembagus : Jawa Timur

(2). Banten : Banten

(3). Bima : NTB

(4). Bogor : Jawa Barat

(5). Cirebon : Jawa Barat

(6). Pati : Jawa Tengah

(7). Pekalongan : Jawa Tengah

(8). Priangan : Jawa Barat

(9). Kediri : Jawa Timur

(10). Pulau Lombok : NTB

(11). Semarang : Jawa Tengah

14. Kapuk

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba Pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika). Kata “kapuk” atau “kapok” juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Juga disebut sebagai Ceiba, nama genusnya, yang merupakan simbol suci dalam mitologi bangsa Maya. Daerah penghasil kapuk meliputi daerah DI.Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

15. Karet

Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada 1476. Saat itu, Columbus tercengang melihat orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat melantun bila dijatuhkan ke tanah). Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan (lateks) kemudian dipanaskan diatas unggun dan dibulatkan seperti bola. Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu salah satu komoditi penghasil devisa negara, tempat persediaanya lapangan kerja bagi penduduk, dan sumber penghasilan bagi petani Daerah – daerah penghasil karet adalah :

(1). Alas : DI Aceh

(2). Asahan : Sumatera Utara

(3) .Banyumas : Jawa Tengah

(4). Batang : Jawa Tengah

(5). Deli Serdang : Sumatera Utara

(6). Gunung Kawi : Jawa Timur

(7). Gunung Kelud : Jawa Timur

(8). Indragiri : Riau

(9). Kampar : Riau

(10). Labuhan Batu : Sumatera Utara

(11). Langkat : Sumatera Utara

(12). Pegunungan Meratus : Kalimantan Selatan

(13). Priangan : Jawa Barat

(14). Simalungun : Sumatera Utara

(15). Sukabumi : Jawa Barat

(16). Tanah Gayo : DI Aceh

(17). Tanah Kerinci : Jambi

(18). Rejang dan Lebong : Sumatera Selatan

(19). Tapanuli Selatan : Sumatera Utara

16. Kayu Manis

Sebuah studi menemukan bahwa menambahkan kayu manis ke dalam makanan pencuci mulut dapat menekan kadar gula darah tanpa menghilangkan rasa manis. Para peneliti pada Malmo University Hospital di Swedia menemukan bahwa dengan menambahkan satu sendok teh lebih kayu manis ke dalam semangkok pudding akan menurunkan kadar gula darah.  Survei ini dilakukan pada sekelompok sukarelawan kesehatan.  Kayu manis banyak terdapat di daerah Jambi, Sumatera Barat, dan DI Yogyakarta.

17. Kedelai

Kedelai (Glycine Max) sudah dibudidayakan sejak 1500 tahun Sebelum Masehi dan baru masuk Indonesia, terutama Jawa sekitar tahun 1750. Kedelai berfungsi sebagai zat pembangun bagi tubuh, mengurangi gejala menopouse, mencegah osteoporosis, mencegah atherosclerosis, mencegah kanker, meringankan diabetes). Selain banyak dihasilkan di Bali, Jawa, dan Lombok, kedelai juga terdapat di daerah DI Aceh, Jambi, Papua, dan Kalimantan Barat.

18. Kelapa

Kelapa merupakan jenis tumbuhan dari keluarga Arecaceae dan satu-satunya spesies dalam genus Cocos, pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Semua bagiannya dapat dimanfaatkan orang, dari batang, buah dan daun semuanya dapat di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Daerah – daerah penghasil kelapa, antara lain:

(1). Bone : Sulawesi Selatan

(2). Halmahera : Maluku

(3). Kepulauan Alor : NTT

(4). Kepulauan Solor : NTT

(5). Minahasa : Sulawesi Utara

(6). Pulau Buru : Maluku

(7). Pulau Seram : Maluku

(8). Sangihe Talaud : Sulawesi Utara

Selain itu, kelapa banyak terdapat di Aceh, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua, Riau, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta.

19. Kelapa Sawit

Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1848, saat itu ada 4 batang bibit kelapa sawit yang dibawa dari Mamitius dan Amsterdam lalu ditanam di Kebun Raya Bogor. Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial). Perintis usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Adrien Hallet (orang Belgia). Daerah – daerah penghasil kelapa sawit :

(1). Asahan : Sumatera Utara

(2). Pulau Simelue : Aceh Barat

(3). Simalungun : Sumatera Utara

Selain itu, kelapa sawit banyak terdapat di Kalimantan Timur dan Riau. Kelapa sawit digunakan sebagai bahan pembuat sabun, mentega, lilin, dan lem timah. Industri minyak kelapa sawit terdapat di Asahan, Sumatera Utara.

20. Kentang

Kentang pertama kali mencapai daratan Eropa di tahun 1500-an bersamaan dengan kedatangan kapal-kapal Spanyol dari Peru. Namun saat didatangkan, kentang lambat sekali diterima masyarakat Eropa.Kentang dilarang dimakan di Burgundy karena dianggap sebagai biang penyakit lepra. Di tempat lain kentang mendapat julukan yang buruk karena dituduh sebagai penyebab penyakit sipilis.  Hingga tahun 1720-an, di Amerika masih terdapat kepercayaan bahwa kentang dapat memperpendek umur yang mengkonsumsinya). Baru setelah kemerdekaan Amerika, kentang lebih bisa diterima, dan saat ini telah menjadi salah satu makanan pokok orang Amerika. Daerah penghasil kentang antara lain Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku.

21. Ketela Pohon

Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan. Daerah penghasil ketela pohon, terutama terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketela pohon juga terdapat di seluruh nusantara, seperti :

(1). Bali

(2). Bengkulu

(3). DKI Jakarta

(4). Jambi

(5). Kalimantan Barat

(6). Kalimantan Selatan

(7). Lampung

(8). NTB

(9). Papua

(10). Riau

(11). Sulawesi Tenggara

(12). Sumatera Barat

(13). Sumatera Selatan

(14. Sumatera Utara

(15). DI Yogyakarta

22. Kina

Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Daerah tersebut meliputi hutan-hutan pada ketinggian 900-3.000 m dpl. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia, tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. Kina banyak terdapat di daerah Lembang (Jawa Barat) dan tanah Kerinci (Sumatera Barat). Kulit kina digunakan sebagai bahan pembuat obat antimalaria.

23. Kopi

Kopi memiliki istilah yang berbeda-beda.] Pada masyarakat Indonesia lebih akrab dengan sebutan kopi, di Inggris dikenal coffee, Prancis menyebutnya cafe, Jerman menjulukinya kaffee, dalam bahasa Arab dinamakan quahwa). Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, hingga menjadi minuman bergengsi para aristokrat di Eropa. Bahkan oleh Bethoven menghitung sebanyak 60 biji kopi untuk setiap cangkir kopi yang mau dinikmatinya. Daerah – daerah penghasil kopi, antara lain:

(1). Aceh : Aceh Tengah

(2). Besuki : Jawa Timur

(3). Bogor : Jawa Barat

(4). Bukit Barisan : Bengkulu

(5). Deli Serdang : Sumatera Utara]

(6). Kediri : Jawa Timur

(7). Malang : Jawa Timur

(8). Pegunungan Verbeek : Sulawesi Selatan

(9). Priangan : Jawa Barat

(10). Tapanuli : Sumatera Utara

Selain itu, kopi juga terdapat di daerah Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta.

24. Lada

Tanaman lada (Piper Nigrum Linn) berasal dari daerah Ghat Barat, India. Demikian juga, tanaman lada yang sekarang banyak ditanam di Indonesia ada kemungkinan berasal dari India. Sebab pada tahun 110 Sebelum Masehi – 600 Sebelum Masehi banyak koloni Hindu yang datang ke Jawa. Mereka itulah yang diperkirakan membawa bibit lada ke Jawa. Pada abad XVI, tanaman lada di Indonesia baru diusahakan secara kecil-kecilan (Jawa). Tetapi pada abad XVIII, tanaman tersebut telah diusahakan secara besar -besaran (Anonim, 1980). Daerah – daerah penghasil lada, antara lain DI Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan DI Yogyakarta.

25. Mangga

Nama buah mangga (Mangifera Indica) ini berasal dari Malayalam manga. Kata ini diindonesiakan menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”. Mangga terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai.Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging. Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik.Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran.Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.] Daerah penghasil mangga, antara lain Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

26.Pala

Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik. Daerah penghasil pala, antara lain Bengkulu, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

27. Rosella (Rami)

Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L’Obel menemukan tanaman ini pada halaman sebuah rumah di Pulau Jawa. Ada yang berpendapat, Rosella berasal dari India.Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Kelopak bunga rosela mengandung asam organik, polisakarida, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar. Rosela juga digunakan sebagai bahan pembuat karung. Daerah – daerah penghasil rosela, antara lain : (1). Kulon Progo : DI Yogyakarta

(2). Pati : Jawa Tengah

(3). Semarang : Jawa Tengah

(4). Sleman : DI Yogyakarta

(5). Surakarta : Jawa Tengah

Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor-Impor Sayur dan Buah

21/11/2008

Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor-Impor

Sayur dan Buah

Tahun SayuranSegar, Dingin

(SITC 054)

Sayur-sayuran diawetkan (SITC 056) Buah-buahan Segar atau dikeringkan Buah-buahan Segar atau diawetkan (SITC 58) Sari Buah dan Sari Sayuran(SITC 059) Total  
 
Volume (ribu ton)  
2001 E 301,6 41,6 187,8 153,1 29,3  
M 319,8 26,7 241,7 5,2 6,8  
2002* E 192,3 37,0 204,8 161,4 31,6  
M 302,1 29,9 233,6 7,7 5,4
Nilai (juta USD)
2001 E 45,8 35,2 104,6 73,3 27,6 286,4
M 85,9 19,6 141,8 3,7 4,7 255,6
2002* E 40,0 28,2 114,4 86,4 27,8 296,8
M 80,2 21,3 182,2 7,3 3,9 294,8

Keterangan: *data kumulatif Januari-Nopember 2002, E: ekspor, M : impor

Sumber: Diolah dari Buletin Ringkas BPS, 2003

MULTIFUNGSI PERAN PERTANIAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Pertanian memberikan multifungsi bagi kehidupan manusia. Pertanian, paling tidak dapat menyediakan berbagai kebutuhan manusia akan oksigen, air, pangan, sandang, papan (perumahan), keamanan, pekerjaan, sosial politik, industri, pekerjaan, kesehatan, serta pariwisata dan lingkungan hidup.

Pertanian sebagai penyedia oksigen
Kebutuhan pertama yang paling mendasar bagi manusia adalah oksigen (O2). Sebegitu pentingnya oksigen bagi kehidupan manusia, adalah seseorang dapat bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makanan atau beberapa hari tanpa air, tertapi tanpa oksigen, otak manusia hanya mampu bertahan antara 5-7 menit saja. Walaupun oksigen sangat vital bagi kehidupan manusia, namun karena ketersediaannya di alam secara gratis, maka manusia jarang mengapresiasinya. Kecuali ketika ia susah bernapas atau berada di tempat yang tertutup atau beroksigen tipis (misalnya di puncak gunung yang tinggi).
Oksigen, walaupun secara teknis dapat diproduksi oleh manusia, dan dimasukkan ke dalam tabung, namun kemasannya sangatlah tidak praktis. Yang paling praktis tentunya adalah yang tersedia bebas di udara. Dan oksigen bebas tersebut dihasilkan oleh tumbuhan sebagai produk dari kegiatan fotosintesis, melalui reaksi kimia sebagai berikut :

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Betapa agungnya Sang Pencipta yang telah mengatur adanya proses fotosintesis dengan menciptakan tumbuhan sebagai mesinnya. Dan betapa baiknya tumbuhan yang telah menghasilkan Oksigen secara gratis, karena bayangkan jika harus membeli, berapa mahalnya harga Oksigen per tabungnya.

Pertanian sebagai penyedia air
Tumbuhan, terutama pohon-pohon besar yang tumbuh di pegunungan, terlibat secara langsung dalam siklus hidrologi (siklus air). Hujan yang turun di atas pegunungan akan ditangkap airnya oleh perakaran pohon-pohon, kemudian menyimpannya di dalam tanah dan kemudian dikeluarkan melalui mata air yang jernih di kaki pegunungan. Jika pohon-pohon di pegunungan di tebang dan gunung menjadi gundul, maka air tidak terserap dan malah menyebabkan erosi dan banjir lumpur yang sering menyengsarakan.

Pertanian sebagai penyedia pangan
Setelah oksigen dan air, kebutuhan manusia terpenting berikutnya adalah makanan (pangan). Sampai sejauh ini, pangan masih disediakan oleh pertanian (dalam arti luas : daging oleh peternakan dan perikanan). Teknologi modern yang ada sekarang pun belum dapat membuat makanan sintetis, sehingga untuk kebutuhan pangannya, manusia masih mengandalkan produk-produk pertanian.

Pertanian sebagai penyedia bahan papan
Walaupun papan atau perumahan, dapat dibuat dari berbagai bahan sintetis, semisal plastik, seng, beton, dll., tetapi sebagian besar bahannya menggunakan produk pertanian, terutama kayu. Kayu dan bahan produk pertanian lainnya juga menjadi bahan baku berbagai mebeler.

Pertanian sebagai penyedia faktor keamanan
Produk pertanian juga banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai alat-alat keamanan, karena beratnya yang ringan dan mudah dibentuk, misalnya bagian dari komponen senjata, dan alat-alat perlindungan dan beladiri lainnya.

Pertanian sebagai sumber nafkah (bidang pekerjaan)
Produk kegiatan pertanian merupakan barang-barang bernilai ekonomis yang dapat diperjualbelikan, sehingga kegiatan pertanian, bukan saja sebagai suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat merupakan pekerjaan untuk mendapatkan nafkah. Dari proses produksinya, pemanenan, pengolahan, pengepakan, pemasaran, dll. melibatkan berbagai jenis usaha dan pekerjaan, dan telah menjadi mata pencaharian berjuta-juta orang di seluruh dunia.

Pertanian sebagai faktor sosio-politik
Mengingat produk pertanian bernilai ekonomi tinggi, maka tentunya dapat digunakan sebagai suatu alat sosio-politik. Pemerintahan yang gagal menyediakan produk pertanian yang cukup untuk rakyatnya sudah terbukti banyak yang jatuh. Rakyat yang kelaparan dapat berdemonstrasi bahkan menimbulkan kekacauan jika perut mereka kosong karena produk pertanian sulit dan mahal.

Pertanian sebagai penyedia bahan baku industri
Produk pertanian, selain dapat dikonsumsi secara langsung banyak juga yang merupakan bahan baku berbagai jenis industri. Sebagai contoh, tanaman obat merupakan bahan baku industri jamu dan farmasi, tanaman berminyak, a.l. kelapa sawit, kacang tanah, bunga matahari, kanola, menjadi bahan baku industri minyak. Sementara getah karet menjadi bahan baku industri ban dan industri yang menggunakan lateks.

Pertanian sebagai sumber devisa negara
Produk pertanian juga tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri di dalam negeri, tetapi banyak juga yang dapat diekspor untuk memenuhi kebutuhan negara-negara lain. Kegiatan ekspor ini akan menghasilkan devisa yang sangat penting untuk membiayai pembangunan. Di antara produk pertanian Indonesia yang banyak diekspor adalah kayu, kakao, kopi, karet, rotan, dll.

Pertanian sebagai industri pariwisata dan kesehatan rohani
Tanaman pertanian maupun tumbuhan liar, contohnya perkebunan teh dan gunung yang menghijau merupakan obyek pariwisata dan penyedia kesehatan rohani, terutama bagi orang yang sudah penat dan suntuk serta lelah bekerja. Setiap akhir pekan, apalagi saat liburan, jalur Puncak Cianjur yang sejuk dan teduh serta menenangkan, selalu dipenuhi oleh orang-orang untuk berlibur atau menenangkan diri.
KESIMPULAN :
Berdasarkan pemaparan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa bidang pertanian dalam beberapa hal merupakan satu-satunya bidang yang menyediakan kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup manusia, terutama untuk oksigen, air, dan pangan. Adalah benar bahwa manusia tidak akan ada di muka bumi ini jika pertanian tidak dilakukan, atau dalam kata lain, tak akan ada kehidupan di muka bumi ini jika tidak ada pertanian.
Ironisnya, bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama para generasi mudanya, citra pertanian semakin lama semakin memudar. Bidang pertanian, hanyalah dipandang sebelah mata, dan dianggap sebagai bidang yang tidak menarik, kotor, kumuh, dan tidak menjanjikan masa depan sama sekali. Tidak heran jika kemudian minat untuk menekuni atau mempelajari bidang pertanian semakin lama semakin berkurang. Hal ini dapat dilihat dari semakin menurunnya jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke fakultas pertanian.
Hal ini diperparah oleh semakin lunturnya apresiasi orang tua calon mahasiswa, bahkan oleh mereka yang bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Para orang tua tersebut menganggap bahwa bidang pertanian tidak dapat menjanjikan karir atau penghasilan yang cukup, sebagaimana layaknya bidang kedokteran, teknologi informasi, atau teknik.
Tulisan ini tidak dimaksudkan agar semua orang harus beraktivitas di bidang pertanian, karena untuk melakukan aktivitas pertanian, juga dibutuhkan berbagai profesi lain. Yang justru diinginkan adalah adanya rasa hormat atau apresiasi dari profesi apa pun terhadap pertanian, dan karena kurangnya apresiasi, jangan sampai justru kontra produktif terhadap kegiatan pelestarian dan pengembangan pertanian.
Seharusnya, profesi apa pun, dapat menunjukkan apresiasi terhadap pertanian. Pertama, tidak menganggap hina mereka yang berkiprah secara langsung di dunia pertanian. Petani misalnya, yang merupakan pahlawan-pahlawan yang menyediakan pangan buat seluruh manusia. Kedua, profesi apa pun kita, jadilah orang-orang yang mendukung pertanian, jangan merusak lahan pertanian, misalnya jika jadi pejabat atau pemilik modal, jangan mengonversi lahan pertanian menjadi perumahan atau pabrik. Jika jadi pegawai bank, bantulah petani dengan mempermudah atau tidak mempersulit kredit. Jika jadi importir, jangan mengimpor produk yang menjadi pesaing produk dalam negeri. Jika jadi penyanyi atau penyair atau pencipta lagu, ciptakan syair dan lagu yang mendukung pertanian. Jika industriawan, jangan mencemari lahan pertanian. Jika jadi pengusaha sarana dan bahan pertanian, jangan mempersulit pengadaannya. Atau, paling tidak, jika jadi konsumen, berusahalah untuk membeli dan mengonsumsi produk pertanian negeri sendiri, misalnya dengan lebih memilih minum teh dibandingkan minuman bersoda berbahan baku impor.
setiap orang, setiap profesi, dapat berkontribusi bagi pelestarian dan kemajuan pertanian Indonesia, sehingga pertanian Indonesia akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Mengimpor memang mudah, tapi itu menyedot devisa yang sangat luar biasa besarnya, dan biasanya uangnya berasal dari dana pinjaman.
Mari mencintai pertanian karena tanpa pertanian tidak akan ada kehidupan. Mari menghargai petani, karena tanpa petani tidak akan ada lain profesi.

 

Sumber ;

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian

http://www.facebook.com/topic.php?uid=144198942290772&topic=244

http://www.bappenas.go.id/node/138/373/perkembangan-volume-dan-nilai-ekspor-impor-sayur-dan-buah/

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: