manajemen dan organisasi

sumber: dari bebagai sumber

 

Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[5] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1]

Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :

1. Manajer Puncak / Top Manager
Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.

2. Manajer Menegah / Middle Manager
Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

Berikut gambar unutk memperjelas :

 

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.[1] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.[1]

Organisasi sangat berpengaruh pada kemajuan suatu usaha apabila organisasi tidak berjalan dengan baik maka dapat dipastikan perusahaan akan mengalami kemunduran,didalam organisasi dibutuhkan rasa toleransi,saling menghormati,tidak egois,dan tidak merasa paling hebat dalam kelompok.

Menurut apa yang pernah saya baca..,bahwa seorang karyawan di suatu organisasi adalah aset buat organisasi itu sendiri, dimana ia akan lebih optimal apabila perusahaan atau organisasi dapat mendukung kemajuan karir mereka dengan membuat kemajuan karir mereka dengan melihat apa sebenarnya kompetensi mereka. Hal ini tentunya dilihat juga dari profil posisi dan level kompetensi pada pekerjaannya.Para karyawan bisa menyesuaikan level kompetensi yang dimiliki saat ini dengan mengikuti program pengembangan yang diberikan oleh organisasi tempat mereka bekerja. Organisasi akan mendapat kegunaan yang besar karena tenaga kerja mereka menjadi sangat kompeten, meskipun terkadang ada sedikit efek samping dari tuntutan pekerjaan dan organisasi. Biasanya pengembangan kompetensi ini lebih mempertinggi produktifitas karyawan, kualitas kerja yang lebih tinggi juga, lalu pelanggan menjadi puas dan organisasi akan diuntungkan. Karena output dari karyawan yang ingin dicapai oleh semua organisasi adalah yang bermutu tinggi yang mendapat reputasi di pasar.

Menurut saya hubungan manajemen dan organisasi seperti sebuh pohon. Manajemen sebagai dahan ,buah sebagai keuntungan perusahaan, sedangkan organisasi sebagai akarnya,apabila akar sebuah pohon kuat dan kokoh maka cuaca extream tidak akan membuat pohon tumbang bahkan malah akan tetap menghasilkan buah.Demikian juga perusahaan apabila organisasi dan manajemen bekerja secara professional dan dalam sebuahtim maka keadaan krisis ekonomi  tidak akan membuat perusahaan goyah atau bangkrut tetapi malah akan tetap prduktif dan menghasilkan laba.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: